Minggu, 19 April 2009

Ilmu Cinta


ilmu cinta????
kalo ilmu bercinta bukannya kamasutra :p
ada ilmu yang terkenal di negeri kita ini ya kata orang si namanya "pelet"
ilmu yang bisa bikin orang jatuh cinta
sekilas tentang pelet ya ...........
Sebetulnya tidak hanya di jawa, di setiap belahan dunia selalu dikenal “mantra cinta”. Meskipun mungkin namanya bukan Ilmu Pelet, tapi fungsinya sama, yaitu untuk menanamkan rasa cinta di hati sasaran. Tradisi mistik dan spiritual merupakan konsep universal meskipun ditempuh dengan metode-metode yang berbeda.
Setiap masyarakat yang meyakini adanya “kekuatan gaib”, pastilah mereka mengenal berbagai ilmu spiritual, termasuk ilmu yang fungsinya untuk percintaan seperti Ilmu Pelet.

Apa itu Cinta???



Apa Itu Cinta...??




Love...Cinta adalah Perasaan yang di miliki oleh setiap Manusia yang ada di muka bumi…Tanpa cinta Hidup akan terasa hampa, Namun karna cinta Hidup juga akan terasa Menderita.




“Karna Cinta hidup akan terasa Hampa..??” Ya Betul, Karna Cinta hidup akan terasa hampa..Bayangkan saja jika kita hidup di dunia tanpa adanya cinta. akan seperti apa jadinya.



“karna Cinta Hidup juga akan Terasa Menderita…?” Ya mengapa tidak, Tidak sedikit orang Yang patah hati karna cinta, Bunuh diri karna Cinta yang menghianatinya, Kehilangan semangatnya untuk hidup. karna cinta Bisa membuat orang Lupa akan segalanya, dia akan Melakukan apapun demi meraih Apa yang ia cintai. Bagai mana bisa begitu…?? ya kita lihat saja faktanya, orang yang Cinta terhadap sesuatu pasti dia akan berusaha dengan segala cara untuk bisa meraih sesuatu yang ingin ia raih. walawpun ia harus mengorbankan harta, Benda, bahkan nyawanya akan dia pertaruhkan. Mungkin anda pernah juga kan merasakan Cinta yang begitu besar.




“Lalu Bagai mana Supaya kita tidak menderita karna cinta…??” Berusahalah untuk memahami sesuatu yang kita cintai. Jangan terlalu berharap, karna “Panjangnya angan mereka, membuat mereka lupa kan segalanya.” ingat “kita hidup di dunia ini hanya sementara” jangan lah merasa bangga dengan apa yang kita miliki, karna semua itu pasti akan kembali padanya.




Kunci dari semua permasalan Ini Adalah “IKHLAS” jika kita bisa meng ikhlaskan sesuatu, dan ber positif thingking dengan apa yang sudah Di tentukan oleh Nya. Niscaya kita akan selalu merasa Bahagia.






apa cinta menurut anda???



Jumat, 17 April 2009

Tanktop = Skubek


Antara tanktop dan skubek, keduanya punya persamaan.

Itu menurut Indy, lho. Yap!

Dara kelahiran Bogor 20 tahun lalu ini, punya perandaian
seperti itu. Skubek tidak ubahnya seperti
pakaian kesukaannya.“Skubek itu motor leluasa.


Sama seperti tanktop! Simpel dan tidak membatasi gerak atau aktivitas kita kan. Buktinya skubek dipakai untuk kerja atau gaul juga tetap bisa kan,” ujar pemilik sasis 162 cc/ 45 kg ini.Malah menurut Indy, skubek itu memang kendaraan ideal wanita.


Karena wanita biasanya enggak ingin yang ribet. Termasuk, untuk urusan berkendara. Tidak usah oper gigi atau tarik kopling, sudah bisa jalan.Meski kesehariannya Indy juga naik Yamaha Mio Sporty, tetapi pemilik piston kembar 34B ini paling suka diboncengi pakai Kawasaki Ninja 150. “Gue suka dengan kecepatan.


Dibawa kebut hingga lebih dari 150 km/jam, bikin adrenalin terpacu,” kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.


Sama dong...


Penulis/Foto : Eka/David

Budi Anduk "Trauma Jarak Jauh "


Nama aslinya Budi Prihatin. Begitu melihat tampangnya, orang langsung bisa tertawa. Walau begitu Budi tetap cool. Di setiap lawakannya, pria berambut keriting ini sering jadi obyek penderita. Bersama rekannya, Pepi, Arie Untung, Ade Namnung dan Aldy Taher, namanya mulai menanjak melalui sitkom Tawa Sutra, setiap hari dari sore hingga malam mengocok perut.Pria kelahiran 6 Februari 1968 ini salah satu penggemar Vespa. Menurutnya, bodi yang gembung di kanan dan kiri kelihatan unik dan lucu. Ia pernah punya Vespa PX 1991.


Namun sebulan lalu telah dilego. “Sebenarnya ada rencana dimodif. Biar kelihatan menarik. Tapi sekarang padat buat shooting. Vespa nggak keurus terpaksa dijual,” aku pria yang suka dengan gaya retro ini. Ia berencana memiliki Vespa lagi. Namun, pria yang mengawali karier sebagai tenaga lapangan bersama trio Patrio ini mengaku nggak bakal jauh naik motor. Trauma nyemplak jarak jauh trauma. Ceritanya, waktu naik motor dari rumahnya di Jatiwaringin, Pondok Gede ke lokasi syuting di TPI, tahu-tahu ada mobil nyundul dari belakang. “Padahal lalu lintas macet,” kenangnya.


Hasilnya, Budi harus nyusruk ke luar badan jalan. “Untung nggak apa-apa. Bayangin, Saya mesti nahan beratnya Vespa,” tambah pria juga takut dibonceng dengan kecepatan tinggi ini. Sejak itu, Budi hanya pakai motor untuk jarak dekat. “Rasanya di Jakarta makin tidak nyaman. Sarana lalu lintasnya kurang berpihak pada motor. Macet, jalurnya juga nggak jelas. Kesenggol sedikit, kalo nggak bisa menjaga keseimbangan bisa-bisa jatuh,” keluhnya.


Ya! mesti safety Riding and Ride With Care dong




Bud.Penulis/Foto : Tining

Pemilu Bisa Jadi Hari Penghakiman

Pada orde reformasi, pemilihan umum bukan seharusnya lagi didefinisikan sebagai pesta demokrasi. Pemilu seharusnya menjadi hari penghakiman bagi para partai politik oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Asmara Nababan dalam keterangan pers mengenai evaluasi kinerja legislatif dalam fungsi legislasi di Warung Daun Menteng Jakarta, Kamis (4/12).


Menurut Asmara, pada saat pemilu itulah masyarakat akan menjadi hakim bagi partai-partai politik yang tidak memihak kepada masyarakat dan jelas-jelas menghambat kemajuan hak asasi manusia.


"Pada orde reformasi, pemilu adalah hari penghakiman di mana rakyat menghakimi partai-partai yang tidak mengerjakan tugasnya dengan sebenarnya," ujar Asmara. "Masyarakat harusnya didorong untuk menjadi hakim yang adil agar wakil rakyat itu membuat produk yang tidak menghambat HAM," lanjut Asmara.


Asmara mengingatkan bahwa tanggung jawab DPR untuk memajukan HAM adalah perintah konstitusi. Elsam hari ini merilis hasil analisisnya yang menunjukkan bahwa dari 129 UU yang berhasil disahkan oleh DPR, hanya 18 UU yang sejalan dengan semangat HAM, seperti termaktub dalam Pasal 28 UUD 1945 dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. (kompas)